Jual Balluff BCS00P0 Capacitive Sensor
BCS00P0 (BCS M12B4G2-PSC40D-S04K) Balluff Capacitive Sensor
Capacitive Sensor BCS00P0 dari Balluff adalah solusi canggih yang dirancang untuk mendeteksi berbagai jenis material, baik padat maupun cair, tanpa harus melakukan kontak fisik. Artikel ini membahas masing-masing spesifikasi dari sensor yang kami jual ini menggunakan teknologi kapasitif dengan mendeteksi presisi tinggi, menjadikannya ideal untuk berbagai aplikasi industri.
Spesifikasi Teknis Sensor Kapasitif BCS00P0 Balluff
- Jarak Deteksi yang Dapat Disesuaikan: Sensitivitas sensor ini dapat diatur sesuai dengan kebutuhan aplikasi industri Anda.
- Seri M12: Desain berbasis seri M12 membuatnya kompatibel dengan berbagai sistem industri.
- Aksesori Tambahan: Paket pembelian sudah termasuk dua buah mur pemasangan untuk memudahkan instalasi.
Spesifikasi Data Mekanis Sensor Kapasitif BCS00P0 Balluff
1. Dimensi Perangkat (Dimension)
Dimensi perangkat menentukan ukuran fisiknya dan kompatibilitasnya dengan sistem yang ada. Dalam spesifikasi ini, perangkat memiliki dimensi Ø 12 x 75 mm, yang berarti:
- Diameter luar: 12 mm
- Panjang total: 75 mm
Mengetahui dimensi ini penting untuk memastikan perangkat dapat dipasang di lokasi yang sesuai tanpa mengganggu komponen lain di sekitarnya.
2. Metode Instalasi (Installation for Flush Mounting)
Perancang perangkat ini membuatnya untuk flush mounting, yang berarti pengguna dapat memasangnya sejajar dengan permukaan pemasangan tanpa ada bagian yang menonjol keluar. Teknisi sering menggunakan instalasi jenis ini dalam aplikasi sensor dan aktuator untuk memastikan perlindungan terhadap benturan dan mengurangi kemungkinan kesalahan pembacaan akibat posisi yang tidak sejajar.
Flush mounting juga memberikan tampilan yang lebih rapi serta meningkatkan keandalan sistem dengan meminimalkan kemungkinan pergeseran atau gangguan eksternal.
3. Ukuran Ulir (Size & Thread)
Spesifikasi ulir perangkat ini adalah M12x1, yang berarti:
- M12: Diameter nominal ulir adalah 12 mm.
- 1: Jarak antar ulir (pitch) adalah 1 mm.
4. Torsi Pengencangan (Tightening Torque)
Torsi pengencangan adalah gaya rotasi yang diperlukan untuk mengencangkan perangkat dengan benar tanpa menyebabkan kerusakan. Dalam spesifikasi ini, torsi pengencangan maksimum adalah 8 Nm (Newton meter).
Memastikan bahwa torsi pengencangan sesuai dengan spesifikasi pabrikan sangat penting untuk:
- Menghindari kerusakan pada ulir akibat pengencangan berlebih.
- Memastikan perangkat terpasang dengan kuat tanpa risiko kendur.
- Mencegah kebocoran atau getaran yang dapat memengaruhi kinerja perangkat.
Koneksi Listrik Sensor Kapasitif
Jenis Koneksi
- Koneksi: M12x1-Male, 3-pin, A-coded
- Jumlah Pin: 3
Fitur Perlindungan Listrik
- Perlindungan Polaritas Terbalik: Ya
- Perlindungan Terhadap Kesalahan Pemasangan Perangkat: Tidak
- Perlindungan Hubung Singkat: Ya

Spesifikasi Parameter Utama dalam Data Listrik
1. Arus Beban Nol (No-Load Current)
Arus beban nol mengacu pada jumlah arus yang dikonsumsi perangkat saat tidak ada beban yang terhubung. Dalam spesifikasi ini, arus beban nol maksimum pada tegangan operasi (Ue) adalah 20 mA. Nilai ini menunjukkan konsumsi daya minimum yang diperlukan perangkat agar tetap aktif.
2. Tegangan Operasi (Operating Voltage – Ub)
Tegangan operasi adalah kisaran tegangan yang diperlukan untuk mengaktifkan perangkat elektronik. Dalam spesifikasi ini, perangkat dapat bekerja dalam rentang 10 hingga 30 VDC. Hal ini memberikan fleksibilitas dalam pemasangan perangkat di berbagai sistem yang menggunakan tegangan DC.
3. Tegangan Isolasi Terukur (Rated Insulation Voltage – Ui)
Perangkat dapat menahan tegangan isolasi terukur sebagai batas maksimum tegangan tanpa mengalami kerusakan atau kebocoran listrik. Dalam spesifikasi ini, tegangan isolasi adalah 75 V DC, yang menunjukkan tingkat perlindungan terhadap lonjakan tegangan.
4. Arus Operasi Terukur (Rated Operating Current – Ie)
Arus operasi terukur menentukan jumlah arus maksimum yang dapat ditangani oleh perangkat selama penggunaan normal. Dalam hal ini, arus operasi maksimum adalah 100 mA, memastikan bahwa perangkat dapat bekerja dengan stabil dalam sistem kelistrikan yang sesuai.
5. Tegangan Operasi Terukur (Rated Operating Voltage – Ue)
Pengoperasian normal menggunakan nilai standar tegangan sebagai tegangan operasi terukur. Pada spesifikasi ini, nilai tegangan operasional adalah 24 V DC, yang merupakan standar umum dalam sistem kontrol industri dan sensor.
6. Waktu Kesiapan Maksimum (Ready Delay – tv max.)
Perangkat membutuhkan waktu hingga 300 ms sebelum siap beroperasi setelah dihidupkan. Perangkat memerlukan waktu kurang dari setengah detik sebelum dapat digunakan secara optimal, dengan nilai maksimum parameter ini adalah 300 ms.
7. Ripple Maksimum (Ripple max.)
Ripple mengacu pada variasi tegangan dalam suplai daya DC. Spesifikasi ini menetapkan batas ripple maksimum 10% dari tegangan operasi (Ue) agar perangkat tetap menerima daya stabil.
8. Frekuensi Switching (Switching Frequency)
Frekuensi switching menunjukkan seberapa cepat perangkat dapat berpindah antara kondisi aktif dan non-aktif. Dalam spesifikasi ini, frekuensi switching adalah 100 Hz, yang berarti perangkat dapat beralih status sebanyak 100 kali per detik.
9. Kategori Pemanfaatan (Utilization Category – DC-13)
Kategori pemanfaatan menunjukkan jenis aplikasi yang sesuai untuk perangkat. Umumnya, teknisi menggunakan DC-13 untuk kontrol elektromagnetik, seperti solenoid dan relai dalam sistem otomatisasi industri.
10. Tegangan Jatuh Statis Maksimum (Voltage Drop Static max.)
Tegangan jatuh statis menunjukkan penurunan tegangan saat perangkat beroperasi. Dalam spesifikasi ini, tegangan jatuh maksimum adalah 1,5 V, yang berarti ada sedikit penurunan tegangan selama penggunaan, tetapi tetap dalam batas aman untuk sebagian besar aplikasi.
Parameter Utama dalam Jarak Pengukuran dan Akurasi Sensor
1. Histeresis Maksimum (Hysteresis H max.)
Histeresis adalah perbedaan kecil dalam titik pengukuran sensor saat mendeteksi objek yang bergerak maju dan mundur. Kemudian dalam spesifikasi ini, nilai histeresis maksimum adalah 15% dari jarak penginderaan (Sr).
Histeresis yang terlalu besar dapat menyebabkan ketidakakuratan dalam pengukuran, terutama dalam aplikasi yang memerlukan presisi tinggi seperti robotika dan kontrol otomatisasi. Oleh karena itu, memahami nilai histeresis membantu dalam memilih sensor yang sesuai dengan kebutuhan sistem.
2. Rentang Pengukuran (Measuring Range)
Sensor mendeteksi rentang pengukuran berdasarkan jarak minimum dan maksimum. Dalam spesifikasi ini, sensor memiliki rentang pengukuran 1 hingga 4 mm, yang cocok untuk aplikasi jarak dekat seperti deteksi objek kecil atau kontrol posisi dalam mesin industri.
Pemilihan sensor dengan rentang pengukuran yang tepat sangat penting agar dapat bekerja optimal dalam aplikasi yang membutuhkan deteksi objek dengan jarak yang spesifik.
3. Akurasi Pengulangan Maksimum (Repeat Accuracy max.)
Akurasi pengulangan adalah seberapa konsisten sensor dapat mendeteksi objek pada posisi yang sama dalam berbagai percobaan. Dalam spesifikasi ini, akurasi pengulangan maksimum adalah 2% dari jarak penginderaan (Sr). Kemudian sensor dengan akurasi pengulangan yang tinggi sangat penting dalam aplikasi seperti pencetakan 3D, inspeksi kualitas, dan sistem kontrol robotik, di mana setiap kesalahan kecil dapat berdampak besar pada hasil akhir.
4. Drift Suhu Maksimum (Temperature Drift max.)
Variasi suhu lingkungan menyebabkan perubahan akurasi sensor yang disebut drift suhu. Dalam spesifikasi ini, drift suhu maksimum adalah 20% dari jarak penginderaan (Sr) dalam rentang suhu -5 hingga 55°C.
Sensor yang memiliki drift suhu tinggi mungkin mengalami perubahan akurasi dalam lingkungan dengan fluktuasi suhu ekstrem. Oleh karena itu, memilih sensor dengan drift suhu rendah sangat penting untuk aplikasi yang membutuhkan stabilitas pengukuran dalam kondisi lingkungan yang bervariasi.
BCS00P0 (BCS M12B4G2-PSC40D-S04K) Balluff Capacitive Sensor
BCS00P0 Balluff Capacitive Sensor Datasheet: BCS00P0 Balluff Capacitive Sensor pdf
baca juga: Jual Balluff BCS001L Capacitive Sensor
Pemesanan
Untuk permintaan harga mengenai BCS00P0 (BCS M12B4G2-PSC40D-S04K) Balluff Sensor Capacitive silahkan hubungi kami. Selain kami menyediakan Sensor tipe dalam artikel ini kami juga menyediakan jenis lainnya lengkap dan original. Seperti Photoelectric sensors, Inductive sensors, magnetic field sensors, Flow Sensor Dan jenis lainnya dari Balluff lengkap. Untuk informasi lebih lanjut atau mendapatkan penawaran terbaik, jangan ragu untuk menghubungi tim sales marketing kami atau kunjungi situs web kami.
