Jual Balluff BOS027M Photoelectric Sensor
Raibung Delapan Sinergi menghadirkan produk Balluff Sensor Photoelectric BOS027M (BOS 21M-PAI-PR30-S4) untuk pasar Indonesia. Produk yang tersedia merupakan barang original terbaru dengan garansi resmi untuk menjamin kualitas dan keandalannya. Kami menawarkan harga yang kompetitif dan ramah di kantong, sehingga cocok untuk berbagai kebutuhan industri. Selain tipe BOS027M, kami juga menyediakan berbagai model dan seri sensor Balluff lainnya dengan stok lengkap untuk mendukung sistem otomasi Anda secara menyeluruh.
BOS027M (BOS 21M-PAI-PR30-S4) Balluff Sensor Photoelectric
Sensor fotolistrik BOS027M dari Balluff merupakan solusi andal untuk berbagai aplikasi industri, terutama dalam sistem otomatisasi dan deteksi objek. Kemudian dengan fitur canggih serta kepatuhan terhadap berbagai standar internasional, sensor ini menawarkan performa optimal dalam berbagai kondisi operasional. Artikel ini membahas spesifikasi dari sensor yang kami jual ini dengan masing-masing fitur pada sensor ini.
Spesifikasi Fitur Sensor Photoelectric BOS027M
a. Mode Operasi yang Fleksibel
Sensor BOS027M mendukung dua mode operasi utama yang memberikan fleksibilitas dalam penggunaan:
- SIO Mode (Standard Input Output Mode) – Mode ini memungkinkan sensor bekerja secara konvensional dengan sinyal input/output standar tanpa komunikasi digital tambahan.
- IO-Link Mode – Teknologi komunikasi pintar yang memungkinkan integrasi dengan sistem otomasi industri untuk pemantauan dan pengaturan parameter secara real-time.
b. Reflektor Referensi BOS R-1
Sensor BOS027M menggunakan reflektor BOS R-1 sebagai elemen pendukung dalam proses deteksi, untuk memastikan sinyal yang stabil dan presisi tinggi dalam mengidentifikasi objek.
c. Desain dan Struktur Perangkat
Sensor ini dirancang dalam gaya persegi (square), yang memberikan stabilitas dalam pemasangan serta kompatibilitas dengan berbagai sistem industri. Selain itu, koneksinya dapat diputar, memberikan fleksibilitas lebih dalam instalasi agar sesuai dengan kebutuhan aplikasi yang berbeda.
d. Seri dan Model
Sensor BOS027M termasuk dalam seri 21M, yang dikenal memiliki daya tahan tinggi serta performa unggul dalam sistem otomatisasi industri.

Spesifikasi Koneksi Listrik
Koneksi listrik yang andal sangat menentukan keefektifan sebuah perangkat dalam sistem otomasi. Berikut adalah spesifikasi utama koneksi listrik pada perangkat ini:
a. Jenis Koneksi
Perangkat ini menggunakan konektor M12x1-Male, 4-pin, yang merupakan standar industri untuk koneksi sensor dan aktuator. Kemudian konektor ini juga dikenal memiliki daya tahan tinggi terhadap kondisi lingkungan yang ekstrem.
b. Perlindungan Permukaan Kontak
Kontak konektor dilapisi dengan emas (gold plated) untuk meningkatkan konduktivitas listrik serta mengurangi risiko oksidasi dan korosi. Lapisan ini juga membantu meningkatkan umur pemakaian koneksi listrik.
c. Perlindungan terhadap Polaritas Terbalik
Perangkat ini dilengkapi dengan perlindungan terhadap polaritas terbalik, yang memastikan perangkat tetap aman jika terjadi kesalahan dalam pemasangan kabel daya.
d. Perlindungan terhadap Kesalahan Pemasangan Perangkat
Selain perlindungan polaritas, perangkat ini juga memiliki fitur perlindungan terhadap kesalahan pemasangan (protection against device mix-ups), yang membantu mencegah kerusakan akibat koneksi yang tidak sesuai.
e. Perlindungan terhadap Hubungan Singkat
Sistem ini dilengkapi dengan perlindungan terhadap hubungan singkat (short-circuit protection), yang secara otomatis memutus arus listrik untuk mencegah kerusakan akibat korsleting.
Spesifikasi Antarmuka (Interface)
Antarmuka yang efisien sangat diperlukan agar sensor dapat berkomunikasi dengan sistem otomasi secara optimal. Berikut adalah detail teknis dari antarmuka yang digunakan dalam sensor ini:
a. Kecepatan Transfer Data (Baud Rate)
Sensor ini mendukung baud rate 38,4 kBaud, yang memastikan komunikasi data yang cepat dan stabil dalam sistem otomasi berbasis IO-Link.
b. Kompatibilitas dengan IO-Link 1.1
Perangkat ini mendukung IO-Link versi 1.1, yang juga memungkinkan koneksi yang fleksibel dengan berbagai sistem kontrol dan PLC yang kompatibel.
c. Opsi Pengaturan Antarmuka
Sensor ini menyediakan beberapa opsi pengaturan antarmuka, termasuk:
- Display limit range – Menampilkan batas jangkauan deteksi.
- Display temperature – Memantau dan menampilkan suhu operasional sensor.
- Display setting switching range – Menampilkan rentang pengaturan switching sensor.
d. Data Proses yang Ditangani
- Process data IN: 0 byte, menunjukkan bahwa sensor ini tidak memerlukan data input tambahan.
- Process data OUT: 1 byte, yang cukup untuk mengirimkan sinyal status ke sistem kontrol.
- Process data cycle minimum: 4 ms, memastikan respons cepat dalam membaca dan mengirim data.
e. Jenis Output Switching
Sensor ini mendukung switching output tipe PNP, dengan dua mode operasi:
- Normally Closed (NC)
- Normally Open (NO)
Output switching ini dikonfigurasikan pada pin 4-2, yang merupakan standar umum dalam koneksi sensor industri.
Fitur Optik Sensor Fotolistrik
Sensor fotolistrik ini dilengkapi dengan teknologi optik canggih yang memungkinkan deteksi objek dengan presisi tinggi dalam berbagai kondisi pencahayaan. Berikut adalah spesifikasi utama dari fitur optiknya:
a. Intensitas Cahaya Sekitar Maksimum
Sensor ini mampu bekerja dalam lingkungan dengan intensitas cahaya sekitar hingga 5000 Lux, memastikan kinerja tetap optimal meskipun berada di lingkungan dengan pencahayaan tinggi.
b. Karakteristik Berkas Cahaya (Beam Characteristic)
Sensor ini juga menggunakan berkas cahaya menyebar (divergent), yang meningkatkan area deteksi dan memudahkan pengenalan objek dengan permukaan yang tidak rata.
c. Zona Buta (Blind Zone)
Pemasang perlu memperhitungkan zona buta sebesar 100 mm pada sensor ini agar objek yang terdeteksi berada di luar area tersebut.
d. Standar Keamanan LED
Sensor ini tergolong dalam kategori Exempt Group sesuai standar IEC 62471. Pabrikan merancang pencahayaan LED-nya agar tidak membahayakan mata manusia saat digunakan dalam kondisi normal.
e. Jenis Cahaya yang Digunakan
Sensor ini memancarkan cahaya merah dari LED dengan panjang gelombang 650 nm, sehingga memberikan pencahayaan yang jelas untuk mendeteksi objek.
f. Filter Polarisasi
Sensor ini menggunakan filter polarisasi untuk mengurangi refleksi yang tidak diinginkan dari permukaan mengkilap, sehingga meningkatkan akurasi deteksi.
g. Prinsip Operasi Optik
Sensor ini bekerja dengan prinsip sensor reflektif (retroreflective sensor), yang menggunakan reflektor sebagai pemantul cahaya untuk mendeteksi keberadaan objek.
h. Fungsi Switching Optik
Sensor ini memiliki dua mode operasi switching optik:
- Light-on – Sensor aktif ketika menerima cahaya pantulan dari reflektor.
- Dark-on – Sensor aktif ketika tidak menerima cahaya pantulan dari reflektor.
Indikator LED pada Sensor Fotolistrik
Sensor ini juga menggunakan berbagai indikator LED untuk memberikan informasi mengenai status operasionalnya. Kemudian setiap LED memiliki warna dan pola kedipan tertentu untuk menunjukkan kondisi sensor, seperti mode kerja normal, kesalahan, atau komunikasi data.
a. Indikator LED Hijau – Status Operasional (Run Mode)
- LED hijau menyala → Sensor dalam kondisi siap beroperasi dan berfungsi normal.
- LED hijau berkedip → Sensor mendeteksi adanya kesalahan (error) atau kondisi yang tidak sesuai dengan pengaturan.
b. Indikator LED Hijau Berkedip – Status Komunikasi
- LED hijau berkedip dengan rasio 10:1 → Menunjukkan bahwa sensor sedang berkomunikasi dengan sistem kontrol melalui antarmuka data seperti IO-Link.
c. Indikator LED Kuning – Deteksi Cahaya
- LED kuning menyala → Sensor mendeteksi adanya cahaya pantulan dari objek atau reflektor.
- LED kuning berkedip → Sensor mendeteksi objek dalam batas jangkauan deteksi (limit range), artinya sensor bekerja pada batas rentang kerjanya dan juga mungkin mengalami kesulitan dalam mendeteksi objek secara konsisten.
d. Indikator LED Hijau Berkedip – Kesalahan Deteksi
- Jika LED hijau berkedip, berarti sensor mengalami kesalahan deteksi, seperti kesalahan pemasangan atau gangguan sinyal dari sumber cahaya eksternal.
- Pengguna dapat menyesuaikan kembali potensiometer sensitivitas atau memeriksa posisi pemasangan sensor untuk mengatasi masalah ini.
BOS027M (BOS 21M-PAI-PR30-S4) Balluff Sensor Photoelectric
BOS027M (BOS 21M-PAI-PR30-S4) Balluff Sensor Photoelectric Datasheet: BOS027M Balluff Sensor Photoelectric pdf
baca juga: Jual BOS01Z8 Balluff Sensor Photoelectric
Pemesanan
Untuk permintaan harga mengenai BOS027M (BOS 21M-PAI-PR30-S4) Balluff Sensor Photoelectric silahkan hubungi kami. Selain kami menyediakan Sensor tipe dalam artikel ini kami juga menyediakan jenis lainnya lengkap dan original. Seperti Inductive sensors, Capacitive sensors, magnetic field sensors, Flow Sensor Dan jenis lainnya dari Balluff lengkap. Untuk informasi lebih lanjut atau mendapatkan penawaran terbaik, jangan ragu untuk menghubungi tim sales marketing kami atau kunjungi situs web kami.
