Yaskawa GA50C2001ABA Inverter
Kami PT. Raibung Delapan Sinergi Distributor Inverter Yaskawa menjual Produk Yaskawa GA50C2001ABA Inverter product yang kami jual Berkualitas Original. Kami bersaing harga dengan distributor lain dengan harga yang sangat murah untuk GA50C2001ABA inverter kami. Banyak konsumen membeli GA50C2001ABA inverter dari kami karena Distributor Yaskawa GA50C2001ABA Inverter dari kami harganya yang murah dan terjangkau.
model GA50C4001ABA dengan cara yang realistis
Banyak inverter industri memakai kode model yang mirip “sandinya tukang panel”, tapi sebenarnya punya logika:
GA50: menandakan seri/keluarga produk.
Bagian “400”: pada praktik umum industri sering mengarah ke kelas tegangan 400 V (umumnya suplai 3 fasa 380–480 Vac).
Digit/karakter setelahnya: sering berkaitan dengan ukuran (frame), kapasitas arus, atau paket tertentu.
Akhiran huruf: biasanya terkait revisi, opsi antarmuka, atau detail varian.
Jadi, GA50C4001ABA sangat mungkin berada di kelas 400 V dan termasuk salah satu ukuran kapasitas tertentu. Namun pemetaan persis tiap karakter bisa berbeda antar pabrikan dan generasi produk, sehingga tetap bijak untuk memverifikasi angka inti di nameplate.
Tabel spesifikasi Yaskawa GA50C4001ABA
Di bawah ini tabel spesifikasi ringkas yang bisa Anda pakai untuk katalog, proposal teknis, atau dokumen internal.
| Parameter | Spesifikasi / Keterangan | Status |
|---|---|---|
| Merek | Yaskawa | Tetap |
| Seri | GA50 | Tetap |
| Model | GA50C4001ABA | Tetap |
| Jenis perangkat | Inverter/VFD untuk pengaturan kecepatan motor AC | Umum |
| Kelas tegangan | Kelas 400 V (indikasi dari kode “400”) | Perlu verifikasi nameplate |
| Jumlah fasa input | Umumnya 3 fasa | Perlu verifikasi nameplate |
| Tegangan input | Umumnya di rentang 380–480 Vac, 50/60 Hz | Perlu verifikasi nameplate |
| Frekuensi suplai | 50/60 Hz | Perlu verifikasi nameplate |
| Daya motor yang didukung (kW/HP) | Bergantung varian/kapasitas | Wajib cek nameplate |
| Arus output terukur (A) | Bergantung varian/kapasitas | Wajib cek nameplate |
| Rentang frekuensi output | Umumnya 0 sampai ratusan Hz (tergantung setting) | Perlu verifikasi parameter |
| Metode kontrol | Umumnya tersedia V/f dan kontrol vektor tanpa sensor | Perlu verifikasi fitur unit |
| Mode beban | Umumnya ada pembagian ND/HD (normal/heavy duty) | Perlu verifikasi parameter |
| Kemampuan overload | Tipikal: overload berbasis waktu (detik/menit) | Wajib cek data unit |
| Frekuensi carrier | Umumnya dapat diatur beberapa kHz | Perlu verifikasi parameter |
| Perintah RUN/STOP | Keypad atau terminal digital/PLC | Umum |
| Referensi kecepatan | Keypad, analog (0–10 V/4–20 mA), atau komunikasi | Perlu verifikasi terminal/fungsi |
| Input digital (DI) | Start/Stop, FWD/REV, multi-speed, interlock, dsb | Tergantung konfigurasi |
| Output digital/relay | Status RUN/FAULT/AT-SPEED, dsb | Tergantung konfigurasi |
| Input analog | Umumnya 1–2 kanal (opsi 0–10 V / 4–20 mA) | Perlu verifikasi terminal |
| Output analog | Umumnya untuk feedback (Hz, arus, dsb) | Perlu verifikasi terminal |
| Komunikasi | Umumnya RS-485 (sering dipakai untuk Modbus RTU) | Perlu verifikasi port/protokol |
| Opsi komunikasi tambahan | Kartu opsi tergantung kebutuhan integrasi | Opsional |
| Pengereman (braking) | Bisa berupa DC injection / resistor (tergantung varian) | Perlu verifikasi fitur |
| Terminal resistor pengerem | Ada/tidaknya tergantung varian | Perlu verifikasi |
| Proteksi internal | Overcurrent, over/under-voltage, overheat, ground fault, dsb | Umum |
| Metode pendinginan | Umumnya kipas internal (forced air) | Perlu verifikasi fisik unit |
| Tingkat proteksi enclosure | Umumnya IP20 untuk pemasangan di panel | Perlu verifikasi varian/frame |
| Suhu operasi | Umumnya sekitar -10 °C sampai +50 °C (derating mungkin berlaku) | Perlu verifikasi dokumen unit |
| Kelembapan | Umumnya sampai 95% RH non-kondensasi | Umum (cek batas pasti) |
| Ketinggian pemasangan | Umumnya 1000 m tanpa derating, di atasnya perlu derating | Umum (cek batas pasti) |
| Pemasangan | Panel mounting, perlu jarak ventilasi | Umum |
| Aksesori | Keypad, cover terminal, opsi filter/reaktor (sesuai instalasi) | Opsional |
Checklist cepat untuk mengunci angka penting (yang sering diminta auditor/tender)
Kalau Anda perlu menulis spesifikasi “yang tidak bisa diperdebatkan”, biasanya cukup ambil data berikut dari nameplate:
Tegangan input dan jumlah fasa.
Arus input (jika tercantum) dan arus output terukur.
Kapasitas (kW/HP) pada duty tertentu.
Frekuensi dasar (50/60 Hz) dan kelas tegangan.
Nomor seri dan revisi/versi (berguna untuk suku cadang atau kompatibilitas).
Dengan lima poin itu, dokumen spesifikasi Anda sudah punya “tulang punggung” yang kuat.
Membedah spesifikasi dengan bahasa yang gampang dibayangkan
Supaya tabel di atas tidak terasa seperti daftar belanja, mari kita terjemahkan arti tiap kelompok spesifikasi ke situasi nyata.
1) Input: listrik masuk itu tidak selalu “rapi”
Di banyak pabrik, tegangan bisa naik turun, apalagi saat beban besar nyala bersamaan. Inverter yang sehat akan punya toleransi dan proteksi undervoltage/overvoltage. Namun tetap, kualitas panel menentukan umur inverter: kabel kendor, kontaktor aus, atau suplai tidak stabil sering menjadi akar masalah yang “kelihatannya” seperti fault inverter.
2) Output: arus itu raja, bukan kW
Banyak orang memilih inverter berdasarkan kW, padahal yang sering membuat drive trip adalah arus. Jika motor Anda arus nameplate 2,1 A, maka inverter harus punya arus output terukur di atas itu, plus margin sesuai karakter beban. Untuk pompa dan fan (torsi variabel), margin biasanya lebih santai. Untuk conveyor berat atau mixer (torsi konstan), margin harus lebih konservatif.
3) Metode kontrol: V/f vs vektor tanpa sensor
V/f itu seperti transmisi manual yang sederhana: kuat, mudah, dan cocok untuk banyak aplikasi. Kontrol vektor tanpa sensor biasanya terasa lebih “nendang” saat rpm rendah—misalnya saat conveyor mulai bergerak dengan beban. Namun, hasil terbaik tetap bergantung pada data motor yang benar dan pemasangan yang rapi.
4) Akselerasi/deselerasi: jangan memaksa fisika
Start terlalu cepat = arus melonjak. Stop terlalu cepat = energi balik ke DC bus dan berpotensi overvoltage. Kalau aplikasi Anda butuh berhenti cepat, biasanya perlu strategi pengereman: menambah waktu deselerasi, memakai braking resistor (jika didukung), atau memakai unit braking eksternal. Prinsipnya: energi tidak bisa hilang, hanya dipindahkan.
5) I/O dan komunikasi: cara inverter
Pada instalasi sederhana, cukup pakai input digital untuk RUN/STOP dan input analog untuk setpoint kecepatan. Pada instalasi modern, inverter sering diikat ke PLC lewat komunikasi agar monitoring (arus, Hz, alarm) bisa tampil di HMI. Jika Anda menyiapkan dokumen proyek, tuliskan sejak awal: kontrolnya mau terminal atau komunikasi, agar desain panel tidak berubah di tengah jalan.
Tips instalasi singkat Yaskawa GA50C2001ABA Inverter agar performa sesuai spesifikasi
Ada beberapa kebiasaan kecil yang efeknya besar:
Pisahkan jalur kabel daya (input & motor) dari kabel kontrol/analog. Noise dari kabel motor bisa membuat sinyal analog “goyang” dan motor jadi tidak stabil.
Grounding yang benar itu wajib. Ground bukan hanya untuk keselamatan, tapi juga untuk mengurangi gangguan.
Pastikan ventilasi. Inverter yang kepanasan akan derating, lalu “protes” dengan alarm.
Gunakan proteksi upstream sesuai standar panel (MCB/MCCB/fuse). Proteksi elektronik inverter bukan pengganti proteksi instalasi.
Setting awal yang rapi tanpa drama
Urutan praktis yang aman:
Masukkan data motor dari nameplate (tegangan, arus, frekuensi, rpm).
Tentukan sumber RUN/STOP (keypad atau terminal/PLC).
Tentukan sumber referensi kecepatan (keypad, analog, atau komunikasi).
Set batas frekuensi maksimum dan minimum sesuai mesin.
Atur accel/decel “manusiawi”, lalu uji tanpa beban, baru naikkan beban bertahap.
Kalau ada fitur auto-tuning pada unit Anda, lakukan sesuai prosedur aman karena dapat membantu kontrol lebih presisi—terutama di aplikasi yang butuh torsi stabil. Namun jangan memaksa auto-tuning pada sistem yang mekaniknya belum siap.
Baca Juga: Yaskawa GA500 Inverter
Perawatan sederhana yang sering menyelamatkan unit
Bersihkan debu di ventilasi dan heatsink secara berkala.
Periksa kekencangan terminal (dengan listrik matikan dan prosedur keselamatan).
Dengarkan kipas: suara kasar atau putaran berat biasanya tanda kipas mulai lemah.
Catat alarm/fault yang pernah muncul. Pola alarm sering menjadi “cerita awal” sebelum masalah besar terjadi.
Baca Juga: Distributor Inverter Yaskawa
Baca Juga: Distributor Yaskawa Indonesia
Penutup | Yaskawa GA50C2001ABA Inverter
Yaskawa GA50C4001ABA pada intinya adalah otak pengatur putaran motor AC: membuat start lebih halus, kontrol lebih rapi, dan sistem lebih hemat serta aman. Agar spesifikasi Anda akurat sekaligus praktis, gabungkan dua hal: tuliskan parameter umum yang relevan (I/O, metode kontrol, proteksi, lingkungan), lalu kunci angka inti (tegangan, arus, kW/HP) dari nameplate unit.
Jadi pesan Sekarang! Maka silahkan Hubungi Kami Distributor Yaskawa GA50C2001ABA Inverter Untuk informasi lebih jelas Sales Marketing kami
PT. Raibung Delapan Sinergi
Alamat: 18 OFFICE PARK BUILDING 12Th Floor Unit E
JL TB Simatupang No.18 RT 002 RW 001
KEL. Kebagusan KEC. Pasar Minggu
Jakarta Selatan
Email: info@raibungdelapansinergi.com

Yaskawa GA50C2001ABA Inverter