SCM/SCL Inverter LenzeSCM/SCL Inverter Lenze

Kami PT. Raibung Delapan Sinergi Distributor SCM/SCL Inverter Lenze Berkualitas menjual Produki SCM/SCL Inverter Lenze product yang kami jual Berkualitas Original. Kami bersaing harga dengan distributor lainnya dengan harga yang sangat murah untuk SCM/SCL Inverter Lenze kami. Banyak konsumen membeli SCM/SCL Inverter Lenze dari kami karena Distributor 940 Topline Inverter Lenze dari kami  harganya yang murah dan terjangkau.

Spsifikasi SCM/SCL Inverter Lenze

SCM/SCL Inverter Lenze merupakan seri frequency inverter dari Lenze yang dirancang untuk mengatur kecepatan motor AC melalui metode kontrol V/f (Voltage/Frequency). Produk ini termasuk keluarga inverter Lenze generasi sebelumnya dan ditujukan untuk berbagai mesin yang membutuhkan pengaturan kecepatan, soft starting, serta operasi maju-mundur (reversing). Menurut dokumentasi Lenze, SCM/SCL tersedia dalam rentang daya sekitar 0,25 hingga 11 kW atau 1/3 hingga 15 HP.

Dengan konstruksi yang relatif ringkas, SCM/SCL dapat menjadi solusi praktis untuk aplikasi mesin dengan kebutuhan kontrol motor yang tidak memerlukan sistem kontrol vektor yang kompleks. Selain itu, inverter ini menyediakan terminal untuk fungsi start/stop, input analog, input digital, dan output digital sehingga integrasinya dengan sistem kontrol mesin dapat dilakukan secara relatif sederhana.

Apa Itu SCM/SCL Inverter Lenze?

SCM/SCL adalah inverter frekuensi AC yang berfungsi mengubah dan mengatur suplai listrik menuju motor sehingga kecepatan motor dapat disesuaikan dengan kebutuhan proses. Berbeda dengan pengoperasian motor secara langsung dari jaringan listrik, penggunaan inverter memungkinkan operator mengatur frekuensi output dan dengan demikian mengendalikan kecepatan putaran motor.

Seri ini menggunakan metode V/f control. Prinsipnya adalah mempertahankan hubungan tegangan dan frekuensi yang sesuai agar motor dapat bekerja pada rentang kecepatan yang dibutuhkan. Karena menggunakan metode tersebut, SCM/SCL cocok untuk aplikasi seperti conveyor, blower, pompa, mesin penggerak sederhana, serta peralatan produksi yang membutuhkan pengaturan kecepatan.

Lenze sendiri mencantumkan SCM/SCL sebagai frequency inverter IP20 dengan V/f Control. Produk ini sekarang berada dalam kategori previous products Lenze, sehingga ketika melakukan pengadaan unit pengganti untuk mesin lama, identifikasi nomor model dan kompatibilitas sistem menjadi sangat penting.

Perbedaan SCM dan SCL

Walaupun SCM dan SCL berada dalam keluarga produk yang sama, terdapat perbedaan penting pada konstruksinya.

SCM merupakan seri variable speed AC motor drive, sedangkan SCL merupakan seri yang memiliki integrated line filter. Dokumentasi model Lenze menunjukkan bahwa kode SM digunakan untuk SCM, sementara SL digunakan untuk SCL.

Secara sederhana:

ParameterSCMSCL
TipeVariable Speed AC DriveVariable Speed AC Drive
KontrolV/fV/f
HousingIP20IP20
Line filterTidak terintegrasi seperti SCLTerintegrasi
Rentang daya0,25–11 kW0,25–11 kW
Referensi kecepatan0–10 VDC / 4–20 mA0–10 VDC / 4–20 mA
Output relayTersediaTersedia
AplikasiMesin dan motor ACMesin dan motor AC

Perbedaan tersebut perlu diperhatikan ketika memilih unit pengganti. Model dengan spesifikasi daya yang sama belum tentu memiliki karakteristik instalasi yang identik.

Rentang Daya SCM/SCLInverter lenze berkualitas

Salah satu keunggulan utama seri ini adalah tersedianya berbagai kapasitas daya. Berdasarkan dokumentasi teknis, pilihan rating mencakup:

  • 0,25 kW / 0,33 HP
  • 0,37 kW / 0,50 HP
  • 0,55 kW / 0,75 HP
  • 0,75 kW / 1 HP
  • 1,1 kW / 1,5 HP
  • 1,5 kW / 2 HP
  • 2,2 kW / 3 HP
  • 4,0 kW / 5 HP
  • 5,5 kW / 7,5 HP
  • 7,5 kW / 10 HP
  • 11 kW / 15 HP

Ketersediaan rating tersebut memungkinkan pengguna memilih inverter berdasarkan kapasitas motor. Namun, pemilihan tidak sebaiknya hanya berdasarkan kW. Tegangan input, jumlah fase, arus motor, kondisi beban, metode pengereman, serta kebutuhan proses juga harus diperiksa.

Spesifikasi Teknis SCM/SCL Inverter Lenze

Berikut merupakan beberapa spesifikasi teknis penting dari SCM/SCL berdasarkan dokumentasi produk dan manual pengoperasiannya.

1. Tegangan Input

SCM/SCL tersedia untuk beberapa kelas tegangan:

  • 120 VAC
  • 208/240 VAC
  • 400/480 VAC

Tegangan tersebut mencakup beberapa variasi nominal seperti 110/115/120 VAC, 208/220/230/240 VAC, serta 380/415/460/480 VAC, tergantung model.

Karena itu, kode model harus diperiksa sebelum pemasangan. Sebagai contoh, angka 0 pada kode model menunjukkan kelas 120 VAC, angka 2 menunjukkan kelas 208/240 VAC, sedangkan angka 4 menunjukkan kelas 400/480 VAC.

2. Frekuensi Input

SCM/SCL mendukung frekuensi input sekitar 48–62 Hz. Rentang tersebut memungkinkan inverter digunakan pada jaringan listrik 50 Hz maupun 60 Hz.

Untuk aplikasi industri di Indonesia yang umumnya menggunakan sistem 50 Hz, parameter frekuensi dan konfigurasi motor tetap perlu disesuaikan dengan nameplate motor.

3. Toleransi Tegangan

Spesifikasi teknis menunjukkan toleransi tegangan input sekitar:

+10% / -15%

Nilai ini memberikan rentang toleransi terhadap perubahan tegangan suplai. Meskipun demikian, sistem kelistrikan tetap harus dirancang agar suplai berada dalam rentang yang diperbolehkan.

4. Frekuensi Output

SCM/SCL mempunyai rentang frekuensi output:

0–240 Hz

Rentang ini memungkinkan pengaturan kecepatan motor secara luas. Akan tetapi, frekuensi maksimum yang aman untuk motor harus mengacu pada karakteristik motor, beban mekanis, dan rekomendasi aplikasi.

5. Metode Modulasi

Output inverter menggunakan Sine Coded PWM. Teknik PWM memungkinkan inverter membentuk tegangan output dengan karakteristik yang sesuai untuk pengoperasian motor AC.

6. Carrier Frequency

Carrier frequency dapat diatur pada kisaran:

4–10 kHz

Pilihan tersebut memberikan fleksibilitas antara performa switching dan tingkat suara motor. Dokumentasi menyebutkan bahwa penggunaan 10 kHz membutuhkan derating, sementara unit dapat bekerja pada rating penuh hingga 8 kHz.

Kemampuan Overload SCM/SCL

SCM/SCL mempunyai kemampuan menangani kondisi beban lebih. Spesifikasi yang tercantum pada manual menunjukkan:

  • 150% overload selama 60 detik
  • 180% overload selama 30 detik

Kemampuan tersebut penting untuk aplikasi yang memiliki kebutuhan torsi awal atau perubahan beban sesaat.

Namun, kemampuan overload tidak berarti inverter dapat digunakan terus-menerus di atas rating nominal. Pemilihan kapasitas tetap harus berdasarkan arus nominal motor dan karakteristik beban.

Efisiensi dan Power Factor

SCM/SCL memiliki efisiensi hingga sekitar 98% dan displacement power factor sekitar 0,96 atau lebih baik, berdasarkan spesifikasi teknis yang terdokumentasi.

Efisiensi yang tinggi membantu mengurangi kehilangan daya pada inverter. Dalam instalasi industri dengan banyak motor, aspek efisiensi menjadi penting karena dapat memengaruhi konsumsi energi dan panas yang dihasilkan panel.

Input Referensi Kecepatan

Salah satu fitur penting SCM/SCL adalah kemampuannya menerima referensi kecepatan melalui sinyal analog.

Input yang mendukung meliputi:

  • 0–10 VDC
  • 4–20 mA

Dengan input tersebut, inverter dapat menerima perintah kecepatan dari PLC, controller, potentiometer, atau perangkat kontrol lainnya.

Sebagai contoh, PLC dapat mengirim sinyal 4–20 mA ke inverter. Sinyal tersebut kemudian menerjemahkan menjadi referensi frekuensi sesuai parameter yang telah mengkonfigurasi.

Hal ini membuat SCM/SCL cukup fleksibel untuk mesin otomatis sederhana.

Input dan Output Digital

SCM/SCL juga menyediakan koneksi untuk kebutuhan kontrol digital. Lenze menyebutkan koneksi untuk start/stop, analog input, digital inputs dan outputs.

Konfigurasi ini memungkinkan inverter menerima perintah dasar seperti:

  • Start motor
  • Stop motor
  • Forward
  • Reverse
  • Pemilihan preset speed
  • Reset kondisi tertentu
  • Pengendalian dari rangkaian kontrol eksternal

Untuk output, dokumentasi mencantumkan satu normally open relay dengan rating kontak hingga 3 A pada 250 VAC, serta satu digital output current-sourcing dengan rating 50 mA pada 12 VDC.

Dynamic Braking

SCM/SCL juga memiliki opsi dynamic brake yang berkemas bersama fungsi kontrol dan resistor pengereman. Fitur tersebut menujukan untuk aplikasi yang membutuhkan penghentian atau perlambatan motor secara cepat.

Dynamic braking sangat berguna ketika beban mempunyai inersia tinggi. Ketika motor harus berhenti dalam waktu lebih singkat, energi regeneratif dari motor dapat menangani melalui rangkaian pengereman yang sesuai.

Contoh aplikasi yang dapat memperoleh manfaat dari fitur ini adalah:

  • Conveyor
  • Mesin winding
  • Mesin material handling
  • Mesin dengan beban berputar
  • Sistem yang membutuhkan perlambatan cepat

Pemilihan resistor pengereman harus mengikuti spesifikasi inverter dan kebutuhan aplikasi.

Perlindungan dan Kondisi LingkunganProduct lenze

SCM/SCL merancang dengan mempertimbangkan penggunaan pada lingkungan industri. Dokumentasi teknis menunjukkan temperatur penyimpanan sekitar -20°C hingga 70°C, sedangkan temperatur operasi normal berada pada 0°C hingga 40°C. Di atas 40°C diperlukan derating sekitar 2,5% per °C.

Kelembapan lingkungan yang mencantumkan adalah kurang dari 95% non-condensing.

Untuk ketinggian, rating dasar berlaku hingga sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut. Di atas ketinggian tersebut, memerlukan derating sesuai ketentuan teknis.

Karena SCM/SCL merupakan perangkat IP20, inverter sebaiknya menempatkan di dalam panel atau enclosure yang sesuai. IP20 tidak menujukan untuk pemasangan terbuka pada area yang terkena air, debu berat, atau kontaminan langsung.

Identifikasi Kode Model SCM/SCL

Salah satu hal penting saat membeli atau mengganti SCM/SCL adalah memahami kode model.

Contoh yang memberikan dalam manual adalah:

SL210S

Kode tersebut dapat membaca sebagai:

  • SL = SCL Series
  • 2 = kelas tegangan 208/240 VAC
  • 10 = 1 HP / 0,75 kW
  • S = input single phase

Sedangkan model SCM menggunakan awalan SM. Tidak adanya huruf S pada bagian akhir menunjukkan model dengan input tiga fase.

Contoh kode model yang tercantum dalam dokumentasi antara lain SM004S, SM204S, SL204S, SM205S, SL205S, SM208S, SL208S, SM210S, SL210S, SM215S, SL215S, hingga model berkapasitas lebih besar seperti SM250, SM450, SM275, SM475, SM2100, SM4100, SM2150, dan SM4150.

Karena konfigurasi model berhubungan langsung dengan tegangan, daya dan jumlah fase, kode lengkap sebaiknya mencocokkan dengan nameplate inverter sebelum melakukan pemesanan.

Aplikasi SCM/SCL Inverter Lenze

SCM/SCL merancang untuk kebutuhan pengaturan kecepatan motor yang relatif sederhana. Beberapa aplikasi yang sesuai antara lain:

1. Conveyor

Inverter dapat mengatur kecepatan conveyor sesuai kebutuhan produksi. Dengan pengaturan frekuensi, kecepatan conveyor dapat menyesuaikan tanpa harus menggunakan metode pengendalian mekanis.

2. Fan dan Blower

Penggunaan inverter pada fan atau blower memungkinkan kecepatan motor menyesuaikan dengan kebutuhan airflow. Hal ini dapat membantu mengurangi operasi pada kecepatan penuh ketika tidak memperlukan.

3. Pompa

Pada aplikasi pompa tertentu, pengaturan kecepatan motor dapat membantu menyesuaikan kapasitas aliran dengan kebutuhan proses.

4. Mesin Packaging

SCM/SCL dapat menggunakan untuk mesin packaging yang membutuhkan kontrol kecepatan dan fungsi start/stop yang sederhana.

5. Mesin Produksi

Mesin seperti roller, feeder, mixer sederhana, dan berbagai mekanisme penggerak dapat menggunakan inverter V/f ketika kebutuhan kontrolnya tidak memerlukan sistem servo atau vector control.

Kelebihan SCM/SCL Inverter Lenze

Beberapa kelebihan utama yang membuat SCM/SCL tetap relevan untuk mesin generasi lama adalah:

1. Rentang daya luas
Tersedia dari sekitar 0,25 hingga 11 kW.

2. Kontrol V/f sederhana
Konfigurasinya cocok untuk aplikasi motor AC yang tidak memerlukan kontrol kompleks.

3. Dukungan input analog
Tersedia 0–10 VDC dan 4–20 mA untuk referensi kecepatan.

4. Mendukung kontrol digital
Fungsi start/stop dan berbagai perintah kontrol dapat integrasikan melalui terminal.

5. Dynamic braking
Tersedia opsi dynamic brake untuk kebutuhan penghentian yang lebih cepat.

6. Efisiensi tinggi
Efisiensi yang tercantum dapat mencapai sekitar 98%.

7. Kompak
Dimensi yang relatif ringkas memudahkan integrasi ke dalam panel mesin.

Baca Juga: Inverter Lenze Berkualitas

Baca Juga: Distributor Lenze Indonesia Berkualitas

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Memilih SCM/SCL

Meskipun spesifikasinya cukup lengkap, pemilihan SCM/SCL harus melakukan secara tepat. Pertama, periksa tegangan input. Jangan memasang model 208/240 VAC pada sistem 400/480 VAC.

Kedua, periksa daya dan arus motor. Kapasitas inverter harus sesuai dengan karakteristik motor dan beban.

Ketiga, periksa jumlah fase input. Beberapa model menggunakan single-phase input, sedangkan model lainnya menggunakan three-phase input. Kode model membantu membedakannya.

Keempat, perhatikan kebutuhan pengereman. Jika mesin membutuhkan perlambatan cepat, opsi dynamic braking perlu mempertimbangkan.

Kelima, perhatikan lingkungan instalasi. Karena SCM/SCL merupakan perangkat IP20, pemasangan sebaiknya melakukan di dalam panel yang memberikan perlindungan lingkungan yang memadai.

PT. Raibung Delapan Sinergi
Alamat: 18 OFFICE PARK BUILDING 12Th Floor Unit E
JL TB Simatupang No.18 RT 002  RW 001
KEL. Kebagusan KEC. Pasar Minggu
Jakarta Selatan
Nomer: 08131970441
Email: info@raibungdelapansinergi.com

Kunjungi Website Kami