Jual BES01YM Balluff Inductive Sensor Indonesia
Rizki Arika Teknik menjual BES01YM (BES R04KC-PSC25F-EP00,3-GS49) Balluff Sensor Inductive di Indonesia. Barang yang kami jual merupakan barang new original dan bergaransi. Dengan Harga yang kami sediakan sangat kompetitif dan terjangkau. Selain itu juga kami tidak hanya menyediakan Jenis BES01YM (BES R04KC-PSC25F-EP00,3-GS49) Balluff Sensor Inductive, kami juga menyediakan tipe, dan series dari Balluff lengkap. Kami PT. Raibung Delapan Sinergi distributor termurah di indonesia.
BES01YM (BES R04KC-PSC25F-EP00,3-GS49) Balluff Inductive Sensor
Dalam dunia industri modern, pemilihan sensor dengan koneksi listrik yang stabil sangat penting untuk menjamin efisiensi dan keamanan operasional. Balluff BES01YM adalah sensor berkualitas tinggi yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan industri dengan koneksi listrik yang optimal, perlindungan maksimal, dan daya tahan luar biasa. Artikel ini akan mengulas spesifikasi, keunggulan, serta manfaat produk ini dalam berbagai aplikasi industri.
Spesifikasi Teknis Balluff BES01YM
Untuk memastikan performa dan kehandalannya, berikut adalah spesifikasi utama dari Balluff BES01YM:
Diameter dan Panjang Kabel yang Optimal
Salah satu faktor utama dalam memilih kabel listrik adalah diameter dan panjangnya. Kabel ini memiliki:
- Diameter kabel: 2,40 mm
- Panjang kabel: 0,3 meter
Dengan diameter 2,40 mm, kabel ini cukup kokoh untuk menyalurkan arus listrik dengan stabil. Sementara itu, panjang kabel 0,3 meter memungkinkan fleksibilitas dalam pemasangan di berbagai perangkat industri.
Jenis Koneksi dan Karakteristiknya
Kabel ini dilengkapi dengan konektor berkualitas tinggi, dengan spesifikasi sebagai berikut:
- Jenis konektor: M8x1-Male, 3-pin
- Tipe koneksi: Kabel dengan konektor, panjang 0,30 m, berbahan Polyurethane (PUR)
Jenis konektor M8x1-Male, 3-pin sering digunakan dalam sistem otomatisasi industri karena mampu memberikan koneksi yang stabil dan tahan lama. Selain itu, kabel berbahan PUR (Polyurethane) memiliki ketahanan yang lebih tinggi terhadap abrasi, minyak, dan bahan kimia dibandingkan dengan bahan lainnya.
Keamanan Listrik yang Maksimal
Keamanan dalam sistem kelistrikan merupakan faktor utama yang tidak boleh diabaikan. Kabel dengan konektor ini sudah dilengkapi dengan fitur perlindungan seperti:
- Perlindungan terhadap polaritas terbalik – Mencegah kerusakan perangkat akibat kesalahan pemasangan kabel.
- Perlindungan terhadap kesalahan pencocokan perangkat – Menghindari kesalahan dalam menghubungkan perangkat yang tidak kompatibel.
- Perlindungan terhadap korsleting – Melindungi perangkat dan sistem dari kerusakan akibat hubungan arus pendek.
Dengan adanya perlindungan ini, sistem listrik menjadi lebih aman, andal, dan memiliki umur pemakaian yang lebih lama.
Spesifikasi Mekanis Sensor
1. Dimensi Sensor
- Ukuran sensor: 16 x 8 x 4,7 mm
Dimensi ini menunjukkan bahwa sensor memiliki bentuk yang ringkas dan kompak, sehingga ideal untuk digunakan di area dengan ruang terbatas. Desain berukuran 16 mm panjang, 8 mm lebar, dan 4,7 mm tinggi memungkinkan sensor ini diintegrasikan dengan mudah ke dalam berbagai sistem industri tanpa memakan banyak ruang.
2. Metode Instalasi Sensor
- Tipe instalasi: Non-flush
Instalasi non-flush tidak dapat memasang sensor ini rata dengan permukaan logam atau material lain di sekitarnya. Teknisi biasanya melakukan pemasangan non-flush dengan sedikit menonjol dari permukaan untuk memastikan sensitivitas deteksi yang optimal.
Keuntungan utama dari metode ini adalah:
– Mengurangi gangguan medan elektromagnetik dari permukaan logam.
– Meningkatkan akurasi deteksi dengan memberikan ruang optimal bagi medan sensor.
– Memastikan kinerja stabil dalam berbagai kondisi lingkungan industri.
3. Ukuran dan Faktor Kompak
- Ukuran keseluruhan: 16x8x4,7 mm
Ukuran yang kecil membuat sensor ini fleksibel dalam berbagai aplikasi industri, terutama yang memerlukan perangkat dengan desain minimalis namun tetap memiliki kinerja tinggi. Insinyur dan perancang sistem sering menggunakan sensor ini dalam sistem otomasi mesin, robotika, dan peralatan manufaktur yang membutuhkan komponen sensor dengan footprint kecil.
Spesifikasi Data Listrik Sensor
Perancang sensor industri harus menetapkan standar tertentu untuk memastikan sensor dapat diandalkan dalam berbagai lingkungan kerja. Berikut adalah spesifikasi listrik sensor yang perlu mereka perhatikan:
Kapasitas Beban dan Arus Tanpa Beban
- Kapasitas beban maksimum pada Ue: 0,2 µF
- Arus tanpa beban maksimum saat sensor aktif (damped): 10 mA
- Arus tanpa beban maksimum saat sensor tidak aktif (undamped): 3 mA
Sensor ini memiliki kapasitas beban 0,2 µF, yang menunjukkan kemampuannya dalam menangani lonjakan daya tanpa mengganggu sistem. Selain itu, arus tanpa beban yang rendah memastikan konsumsi daya yang efisien dalam kondisi aktif maupun tidak aktif.
Tegangan Operasional dan Isolasi
- Tegangan operasi (Ub): 10 – 30 VDC
- Tegangan isolasi nominal (Ui): 75 VDC
- Tegangan operasi terukur (Ue): 24 VDC
Berbagai sistem daya rendah hingga menengah dapat menggunakan sensor ini dengan tegangan operasi 10 hingga 30 VDC. Tegangan isolasi sebesar 75 VDC juga memberikan perlindungan tambahan terhadap lonjakan listrik atau gangguan eksternal.
Arus Operasional dan Perlindungan terhadap Hubungan Pendek
- Arus operasi nominal (Ie): 100 mA
- Arus hubung singkat terukur: 100 A
Sensor ini dapat menangani arus operasi hingga 100 mA, yang cukup untuk berbagai aplikasi industri. Selain itu, dengan perlindungan terhadap hubungan pendek hingga 100 A, sensor ini dapat melindungi sistem dari kerusakan akibat lonjakan arus yang tiba-tiba.
Frekuensi Switching dan Waktu Kesiapan
- Frekuensi switching: 3000 Hz
- Waktu keterlambatan kesiapan maksimal (tv): 20 ms
Dengan frekuensi switching 3000 Hz, sensor ini mampu mendeteksi perubahan kondisi dengan sangat cepat, menjadikannya ideal untuk aplikasi yang memerlukan respons instan. Sementara itu, waktu keterlambatan kesiapan maksimal 20 ms memastikan sensor segera beroperasi setelah diaktifkan.
Karakteristik Tambahan untuk Efisiensi Operasional
- Arus residu maksimum (Ir): 1 µA
- Ripple maksimum (% dari Ue): 15%
- Resistansi keluaran (Ra): Open emitter
- Kategori pemanfaatan: DC -12
- Penurunan tegangan statis maksimum: 2,5 V
Dengan arus residu maksimal 1 µA, sensor ini hampir tidak memberikan kebocoran arus, sehingga meningkatkan efisiensi operasional. Selain itu, kategori pemanfaatan DC -12 memastikan kompatibilitas dengan sistem daya industri standar.
Spesifikasi Jarak dan Akurasi Sensor
Untuk menggunakan sensor industri secara optimal dalam sistem otomatisasi, harus memastikan sensor industri memiliki spesifikasi jarak dan akurasi yang tepat.
Jarak Operasional yang Dijamin (Sa)
- Jarak operasional yang dijamin (Sa): 2,2 mm
Pabrikan menjamin jarak minimum ini agar sensor dapat berfungsi optimal tanpa kehilangan presisi. Sensor ini mampu mendeteksi objek pada jarak 2,2 mm dengan tingkat keandalan tinggi.
Jarak Operasional Terukur dan Jarak Switching
- Jarak operasi terukur (Sn): 2,5 mm
- Jarak switching aktual (sr): 2,5 mm
Jarak operasi terukur 2,5 mm menunjukkan kemampuan sensor dalam mendeteksi objek dalam kondisi ideal. Sedangkan jarak switching aktual menggambarkan sejauh mana sensor dapat mendeteksi perubahan kondisi pada objek target.
Histeresis dan Akurasi Pengulangan
- Histeresis maksimum (% dari Sr): 15,0%
- Akurasi pengulangan maksimum (% dari Sr): 3,0%
Histeresis adalah perbedaan antara titik di mana sensor pertama kali mendeteksi objek dan titik di mana sensor kehilangan deteksi saat objek menjauh. Nilai maksimum 15% memastikan bahwa sensor tetap stabil dalam mendeteksi objek tanpa perubahan mendadak.
Sementara itu, akurasi pengulangan maksimum 3% menunjukkan bahwa sensor dapat mendeteksi objek pada posisi yang hampir sama setiap kali beroperasi, menjadikannya ideal untuk aplikasi yang membutuhkan presisi tinggi.
Toleransi dan Drift Suhu
- Toleransi Sr: ±10%
- Drift suhu maksimum (% dari Sr): 10%
Toleransi ±10% menunjukkan variasi kecil dalam jarak operasi, yang masih berada dalam batas aman untuk berbagai aplikasi industri. Drift suhu maksimum 10% berarti bahwa perubahan suhu lingkungan tidak akan terlalu mempengaruhi jarak deteksi sensor, memastikan performa tetap optimal meskipun terjadi fluktuasi suhu.
Penandaan Jarak Switching
- Penandaan jarak switching: ■■
BES01YM (BES R04KC-PSC25F-EP00,3-GS49) Balluff Inductive Sensor
BES01YM (BES R04KC-PSC25F-EP00,3-GS49) Balluff Sensor Inductive Datasheet: BES01YM Balluff Sensor Inductive pdf
baca juga: Distributor Sensor Inductive Balluff Indonesia
Pemesanan
Untuk permintaan harga mengenai BES01YM (BES R04KC-PSC25F-EP00,3-GS49) Balluff Sensor Inductive silahkan hubungi kami. Selain kami menyediakan Sensor tipe dalam artikel ini kami juga menyediakan jenis lainnya lengkap dan original. Seperti Photoelectric sensors, Capacitive sensors, magnetic field sensors, Flow Sensor Dan jenis lainnya dari Balluff lengkap. Untuk informasi lebih lanjut atau mendapatkan penawaran terbaik, jangan ragu untuk menghubungi tim sales marketing kami atau kunjungi situs web kami
Jual BES01YM Balluff Inductive Sensor Indonesia