Jual BES0300 Balluff Inductive Sensor Indonesia

BES0300 Balluff Inductive Sensor IndonesiaJual BES0300 Balluff Inductive Sensor Indonesia

Raibung Delapan Sinergi menyediakan Sensor Induktif Balluff BES0300 (BES Q40KFU-GNX35F-S92G-EEX) di Indonesia. Kami menjamin semua produk yang kami jual baru, orisinal, dan bergaransi resmi. Anda akan mendapatkan harga yang sangat kompetitif dan terjangkau dari kami. Selain tipe BES0300 ini, kami juga memiliki stok lengkap berbagai tipe dan seri Sensor Balluff lainnya.

BES0300 (BES Q40KFU-GNX35F-S92G-EEX) Balluff Inductive Sensor

Balluff BES0300 adalah salah satu sensor berkualitas tinggi yang banyak digunakan. Sensor menjadi salah satu elemen penting dalam berbagai aplikasi industri, termasuk otomatisasi, pengendalian proses, dan pemantauan produksi. Artikel ini akan membahas detail masing-masing spesifikasi fitur pada sensor ini untuk membantu Anda memahami bagaimana perangkat ini dapat meningkatkan efisiensi operasi Anda.

Spesifikasi Mekanikal Data Sensor Balluff BES0300

Salah satu keunggulan Sensor Balluff BES0300 adalah dimensinya yang efisien, yaitu 40 x 40 x 66 mm. Desain ini memungkinkan pemasangan yang fleksibel di berbagai tempat, termasuk area dengan ruang terbatas. Selain itu, sensor ini memiliki tipe pemasangan non-flush, yang memberikan stabilitas optimal dan akurasi dalam berbagai kondisi kerja. Dengan ukuran 40×40 mm, Balluff BES0300 sangat ideal untuk kebutuhan sensor presisi tinggi tanpa memakan banyak ruang.

BES0300 Balluff Inductive Sensor

Spesifikasi Elektrikal Sensor Balluff BES0300

Konsumsi Arus Sensor yang Optimal

Salah satu aspek penting dalam performa sensor adalah konsumsi arusnya. Pada kondisi teredam, konsumsi arus maksimum sensor ini adalah 1 mA, sedangkan pada kondisi tidak teredam, konsumsi arus minimum tercatat sebesar 2.1 mA. Perbedaan ini memberikan fleksibilitas dan efisiensi dalam penggunaan energi, terutama pada aplikasi yang membutuhkan penghematan daya.

Kapasitansi dan Induktansi Internal

  • Kapasitansi Internal (Ci): Sensor memiliki nilai kapasitansi internal maksimum 220 nF. Angka ini menunjukkan kemampuan sensor untuk menyimpan energi listrik, yang penting untuk stabilitas operasionalnya.
  • Induktansi Internal (Li): Nilai maksimum induktansi internal adalah 0.71 nH, yang membantu dalam meminimalkan gangguan sinyal pada lingkungan kerja dengan interferensi elektromagnetik tinggi.

Tegangan Operasional dan Insulasi

  1. Tegangan Operasional (Ub): Rentang tegangan operasional sensor adalah 7.7 hingga 9 VDC, memastikan kompatibilitas dengan berbagai sistem listrik.
  2. Tegangan Insulasi Terukur (Ui): Dengan tegangan insulasi terukur sebesar 75 VDC, sensor ini mampu bekerja dengan aman pada sistem dengan lonjakan tegangan sementara.

Spesifikasi Tegangan Operasional Terkait

  • Tegangan Operasional Tertinggi (Ue): Sensor dirancang untuk bekerja dengan tegangan operasional sebesar 8.2 VDC, memastikan kinerja stabil di berbagai kondisi.
  • Resistansi Seri Terukur (Rv): Resistansi seri sensor mencapai 1000 Ohm, yang berfungsi untuk mengontrol arus listrik dan melindungi komponen internal dari lonjakan arus.

Waktu Siap dan Frekuensi Pengalihan

  • Waktu Siap (tv): Sensor memerlukan waktu maksimum 30 ms untuk siap digunakan setelah dinyalakan. Ini memungkinkan integrasi yang cepat ke dalam sistem otomatisasi tanpa mengganggu alur kerja.
  • Frekuensi Pengalihan: Dengan frekuensi pengalihan 100 Hz, sensor ini mampu merespons perubahan kondisi secara cepat, menjadikannya ideal untuk aplikasi yang membutuhkan kecepatan tinggi.

Parameter Penting dalam Range/Distance

1. Assured Operating Distance (Sa)

Sensor menentukan jarak operasi terjamin sebagai jarak maksimum di mana sensor dapat mendeteksi objek dengan akurasi tinggi, bahkan dalam kondisi operasional yang tidak ideal.Pada sensor ini, nilai Sa adalah 28 mm, yang berarti jarak ini memberikan deteksi yang konsisten dan andal.

2. Rated Operating Distance (Sn)

Rated operating distance, sering disebut jarak operasi nominal, adalah jarak yang dirancang sebagai standar kinerja sensor dalam kondisi ideal. Sensor ini memiliki Sn sebesar 35 mm, yang menunjukkan jarak optimal untuk mendeteksi objek.

3. Real Switching Distance (Sr)

Sensor mendeteksi objek pada jarak sebenarnya 35 mm dalam situasi nyata. Selain Itu, Jarak ini dikenal sebagai real switching distance atau jarak switching aktual. Nilai Sr yang sama dengan Sn menunjukkan kinerja sensor sesuai spesifikasi.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Performa Sensor

1. Repeat Accuracy

Akurasi pengulangan adalah kemampuan sensor untuk mendeteksi objek secara konsisten pada jarak yang sama dalam beberapa kali pengukuran. Untuk sensor ini, nilai repeat accuracy maksimum adalah 5,0% dari Sr, yang memastikan tingkat presisi yang tinggi.

2. Temperature Drift

Perubahan suhu sering kali memengaruhi sensitivitas sensor. Fluktuasi suhu sebesar 10% dari Sr menunjukkan bahwa para perancang telah merancang sensor ini agar tetap stabil performanya.

3. Tolerance Sr

Tolerance Sr mengacu pada variasi yang diizinkan dalam jarak switching aktual. Kemudian dengan toleransi sebesar ±10%, sensor ini menawarkan fleksibilitas dalam berbagai kondisi operasional tanpa mengorbankan keandalannya.

Suhu Lingkungan (Ambient Temperature)

Para perancang merancang perangkat ini untuk beroperasi pada rentang suhu -20 hingga 70 °C.. Ini menunjukkan bahwa perangkat mampu bekerja dengan baik dalam kondisi lingkungan ekstrem, baik suhu rendah yang beku maupun suhu tinggi yang panas.

Manfaat Rentang Suhu yang Luas:

  1. Fleksibilitas Penggunaan: Kita dapat menggunakannya di berbagai aplikasi, mulai dari gudang berpendingin hingga pabrik yang memiliki suhu tinggi.
  2. Kinerja Stabil: Perangkat tetap bekerja optimal tanpa gangguan meskipun suhu lingkungan berubah drastis.
  3. Keandalan di Berbagai Lokasi: Cocok untuk penggunaan di dalam ruangan maupun di luar ruangan.

Daya Tahan terhadap Guncangan dan Getaran

1. Ketahanan Guncangan (Shock)

Sesuai standar EN 60068-2-27, perangkat ini dapat menahan guncangan dengan spesifikasi:

  • Bentuk Guncangan: Half-sinus.
  • Kekuatan: 30 g.
  • Durasi: 11 ms.

2. Ketahanan Getaran (Vibration)

Untuk getaran, perangkat memenuhi standar EN 60068-2-6 dengan detail:

  • Frekuensi: 55 Hz.
  • Amplitudo: 1 mm.
  • Durasi: 3×30 menit..

Peringkat IP (Ingress Protection)

Perangkat ini memiliki peringkat IP67, yang berarti:

  • Angka 6: Perangkat sepenuhnya tahan terhadap debu, memberikan perlindungan maksimal dari partikel kecil.
  • Angka 7: Perangkat dapat bertahan di dalam air hingga kedalaman tertentu tanpa mengalami kerusakan

BES0300 (BES Q40KFU-GNX35F-S92G-EEX) Balluff Inductive Sensor

BES0300 BES Q40KFU-GNX35F-S92G-EEX Balluff Inductive Sensor Datasheet: BES0300 Balluff Inductive Sensor pdf

Baca juga: Jual BES0180 Balluff Inductive Sensor Indonesia

Pemesanan

Untuk permintaan harga mengenai BES0300 (BES Q40KFU-GNX35F-S92G-EEX) Balluff Sensor Inductive silahkan hubungi kami. Selain kami menyediakan Sensor tipe dalam artikel ini kami juga menyediakan jenis lainnya lengkap dan original. Seperti Photoelectric sensors, Capacitive sensors, magnetic field sensors, Flow Sensor Dan jenis lainnya dari Balluff lengkap. Untuk informasi lebih lanjut atau mendapatkan penawaran terbaik, jangan ragu untuk menghubungi tim sales marketing kami atau kunjungi situs web kami.


PT. Raibung Delapan Sinergi
Alamat: 18 OFFICE PARK BUILDING 12Th Floor Unit E
JL TB Simatupang No.18 RT 002  RW 001
KEL. Kebagusan KEC. Pasar Minggu, Jakarta Selatan
Email: info@raibungdelapansinergi.com